21 Oktober 2011 - 20:30

Hujjatul Islam Wal Muslimin Najmuddin Tabasi menunjukkan reaksinya terhadap propaganda murahan Imam shalat Jum'at Madinah dengan mengatakan, "Al-Huzaifi yang bersikap lancang terhadap anak cucu Nabi tanpa hak di atas mimbar baginda perlu tahu, bahwa menurut fatwa Ahlusunnah sendiri dia jelas mengingkari sunnah Rasul dan menyebabkan ia keluar dari Islam".

Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam Wal Muslimin Najmuddin Tabasi menunjukkan reaksinya terhadap propaganda murahan Imam shalat Jum'at Madinah dengan mengatakan, "Al-Huzaifi yang bersikap lancang terhadap anak cucu Nabi tanpa hak di atas mimbar baginda perlu tahu, bahwa menurut fatwa Ahlusunnah sendiri dia jelas mengingkari sunnah Rasul dan  menyebabkan ia keluar dari Islam".

Beliau menjelaskan demikian pada hari sabtu lalu dalam wawancara dengan wartawan ABNA. Katanya, "Sebagaimana Al-Quran menjelaskan: "و اذا خاطبهم الجاهلون قالوا سلاما" (dan apabila orang-orang yang berkelakuan keji, hadapkan kata-kata kepada mereka, mereka menjawab dengan perkataan yang selamat). Penghinaan Al-Huzaifi lebih kecil berbanding para marja', ulama Syiah atau hauzah ilmiyah".

Ustad Aqidah ini menerangkan kedudukan mimbar Nabi lebih tinggi dari manusia hina seperti Huzaifi yang mendudukinya. Beliau menambah, "Meletakkan beliau di atas mimbar Masjid Nabawi, penghinaan beliau ke atas Imam Mahdi dan simbol suci Islam yang lain bukanlah hal yang baru karena orang-orang yang terdahulu sebelumnya di atas mimbar yang sama telah menghina Ali bin Abi Talib."

"Marwan Hakam, Hajjaj Thaqafi, Busr bin Arthah, Musrif bin Uqbah, Khalid bin Abdullah Al-Qashri, Mughirah bin Shu'bah dan puluhan orang yang sama seperti individu ini adalah golongan terdahulu sebelum Huzaifi di mana di atas mereka menghina kesucian Ahlul Bait di atas mimbar".